CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selaksa

Senin, 21 November 2011

Being Lonely!!!

Assalamu'alaykum wr wb

Oleh : Ustadz Salim dengan beberapa editasi semau penulis


Kesendirian. Itulah perasaan yang teramat sering menghinggapi para aktivis dakwah. Penyakit sangat berbahaya yang biasanya mendera para tetua/ mas’ul dakwah atau pun pimpro acara. Biasanya karena ada amanah tertentu yang dirasanya terlalu berat sehingga seolah-olah[1] ada ketimpangan amanah. Amanah yang tidak proporsional. Seolah-olah inilah yang disebut sebagai perasaan, bukan fakta atau kenyataan sebenarnya. Perasaan inilah yang lebih berbahaya daripada kondisi kesendirian yang sesungguhnya. Bukankah teknologi komunikasi kita sekarang sudah maju? Ada hape satelit, ada internet, ada sandi morse bahkan semaphora.[2] Mengapa juga kita tidak lantas mencoba untuk menghubungi mereka dan meminta bantuan di saat kita mengalami kesulitan amanah jamaah seperti bantuan tenaga/ sumber daya manusia? Permasalahan remeh sebenarnya. Jangan sampai ada purbasangka-purbasangka alai, “k4y4kNya mereK4 La9i sIbUk decH, aTao l4inNya aPaLah”. Jadi kita urung untuk menggangu “kesibukan dan hajat hidup mereka”. Langsung di-tabayun-kan sajalah apakah orang-orang yang notabene adalah teman seperjuangan dakwah yang kita hubungi ini tadi bisa kita sharejob-kan atao tidak. Allahu ma ‘ana.

Dan resume kali ini membahas tentang pola interaksi. Dengan sub judul vmj, hubungan kultural ikhwan-akhwat, dan peluang-peluang setan di dalam menciptakan fitnatunissa atau fitantunikhwan. Karena, entah kenapa tema ini selalu saja jadi bahan obrolan menarik di dalam forum arisan pekanan/ pesta rutinnya orang-orang yang beriman. Walau pun susah dan jadi greget untuk membuka pembicaraan dan memulai darimana harus ber-qhadaya dan ber-rowai atas masalah ini.[3] Tapi, rasa malu itu sebenarnya harus dihilangkan. Bukankah di episode yang pertama kita sudah sepakat untuk mulai percaya, membuka hati, dan membuka diri agar mencurahkan mayoritas rahasia penting kita kepada forum ini? Dengan tujuan ada yang mem-back up/ mengarahkan kita ketika bingung dan linglung dalam bersikap. Terutama salah dalam menghadapi problematika pubertas/ hormonal jatuh cinta. “Keluarga” inilah yang akan menjelaskan kepada kita mana yang baik dan mana yang keliru. Mana yang benar dan mana yang salah. Merekalah malaikat maujud manusia bagi kita, ayah bagi kita, kaka dan adik bagi kita, keluarga kita.
-----
Ingat! Merasa sendiri itu menandakan akan ukhuwah yang merapuh !!! Salah satu hadis berbunyi seperti ini, “Setan itu hanya akan melawan jamaah yang dalam kondisi munfarid. Seperti serigala yang hanya akan berani mencari domba-domba yang sendirian”. Masih ingat kan cerita sahabat yang uzurnya tidak diterima karena mangkir dari peperangan? Afwan saya lupa namanya, Amr bin Ash apa ya?[4] Padahal dia adalah si pemilik lidah emas yang digadang-gadang sebagai orang yang teralu cerdas menjadi mukmin, duta konsulat yang diandalkan Rasulullah dalam berdakwah memnita raja-raja untuk memberi swaka ketika hijrah atau pun memberi risalah untuk masuk Islam dengan baik-baik. Sudah barang tentu dia bisa mencari-cari alasan di depan Rasulullah seperti munafikin sebelumnya yang mangkir dari jihad sabil. Karena dia bisa beretorika dan berdialekika. Tapi, dia memilih untuk tidak mencari alasan. “Saya tidak punya uzur syar’i, ya Rasulullah”. Kontan, oleh sebab itu dia diasingkan Rasulullah selama 40 hari. Sedih sekali rasanya tidak dianggap oleh Rasulullah dan sahabat lainnya. Dan dalam kesendiriannya di sebuah bukit terpencil untuk beruzlah dan memohon taubat dari Allah, dia dilobi oleh musuh Islam untuk berbalik melawan Muhammad dan dakwah Islam. Diiming-imingi keduniawian, gelar, jabatan, dan wanita. Karena sejatinya dia sekarang useless di mata Rasulullah, dia tercampakkan. Untunglah, Amr sadar dan kembali pada Allah dalam perasingannya. Dan Allah lantas menerima taubatnya. Rasulullah memerintahkan dia untuk kembali lagi di barisan jihad dan dakwah.

 Inilah bahayanya perasaan kesendirian. Jiwa yang merasa sendiri pasti akan terpanggil-panggil pada sesuatu yang lebih berbahaya lagi. Atau setan yang memanggil-manggil. Perasaan untuk mendapatkan teman pendukung yang bisa mengerti. Perasaan untuk berbagi. Serta perasaan untuk bermain ‘perasaan’. Hati-hatilah jika sudah sampai di sini. Di sinilah setan menggoda aktivis dakwah untuk masuk ke dalam pusaran badai merah jambu melalui aktivitas-aktivitas dunia maya yang warga dunia entah mengapa menyebutnya sebagai facebook, Ym, BBM, dan apa pun untuk sekedar mencari penghibur diri dan teman ngobrol. Yang muaranya adalah curhat. Nah, biasanya itu, teman ngobrol yang enak adalah lawan jenis. Akhwat pada ikhwan, dan sebaliknya. Psikologisnya bilang seperti itu.[5]
-----
Bicara mengenai virus merah jambu, biasanya yang muncul pada gambaran pertama bagi ikhwan adalah akhwat incaran pilihannya (nb : berlaku pula sebaliknya). Naluri hormonal dan nurani fitrah akan sepakat dan mufakat bilang jika akhwat paling ideal adalah dia, dia, dan masih dia, akan selalu dia sebelum ada penggantinya yang lebih baik ilmu agamanya dan parasnya. Jadi, si ikhwan akan melakukan yang namanya ‘hubungan potensial’ untuk ‘mencicil’ masa depannya. Kalo hubungan potensial itu tidak cepat diamankan, akan timbul perasaan 3G[6] dan 3 Au[7] yang berkata kalau-kalau akhwat itu direbut oleh ikhwan yang lain. Inilah jalan pintas yang dilakukan ikhwan dalam mempersiapkan jodoh. Paling tidak, si ikhwan sudah mendapatkan hati tersendiri lah di hati akhwat itu (nb : berlaku pula sebaliknya). Inilah yang dihembuskan was-was syetan. Ini memang pemikiran benar dari satu sisi tapi juga gak benar dari semua sisi yang lain. Akhwat juga sama, gak ada ubahnya. Setali tiga uang. Ada juga cerita yang disampaikan Ustad Salim dalam kajiannya saat itu, yang mana akhwat itu langsung ‘menantang’ ikhwan karena si ikhwan tidak peka dalam membaca sinyalemen-sinyalemen perasaan. “Akhi,sudah tiga tahun lebih saya mendampingi antum sebagai wakil/ sekjend di organisasi dakwah ini. Saya tidak dapat mengelak dari perasaan-perasaan ini. Terus terang,  kalau memang engkau ingin menikah, saya siap menjadi Khadijahmu. Tapi kalau memang engkau tidak memilihku, saya ridho engkau menikah dengan wanita pilihanmu yang lain”.
-----

Janganlah begitu. Tidak usahlah seperti itu. Jodoh kita, dan semua rejeki kita semua sudah terdokumentasi rapi dalam megaserver Lauful Mahfuz[8]. Kita pun tak perlu khawatir berlebihan akan masa depan. Jika kita tidak jadi menikah dengan dia, berarti dia memang bukan jodoh kita. Tapi jika dia sudah bercerai dengan suaminya dan ada kesempatan untuk menikahinya setelah iddah selesai, berarti, dia memang jodoh kita.[9] Gampang kan untuk menjawab takdir jodoh dan juga takdir yang lain? Karena konsep takdir itu sederhana. Seperti rejeki uang, jika kita punya tabungan 20 juta untuk menikah di rekening bank, tapi kita keburu meninggal. Maka uang tabungan itu bukan rejeki kita. Namun rejekinya anak, istri, ortu, atau keluarga yang kita warisi.

 Cantik itu relatif. Benar-benar relatif. Secantik apa pun akhwat yang digadang-gadang sebagai jelmaan cerminan Bunda Aisyah si “Penceria Hati Masa Kini” (nb : berlaku juga sebaliknya untuk akhwat), kalo dia punya utang uang besar sama kita, dan dia gak ngembalikin utangnya, dia jadi gak cantik. Kalo dia pernah ingusan pas pilek, terus mengelap umbelnya dengan ujung jilbab dengan santainya di depan kita, dia jadi gak cantik.  Apalagi ada akhwat yang mbalang watu ke muka kita karena kita dikira Dongja atau Hachiko (anjing Asia Timur yang imut tralala yang terkenal itu), kita akan sakit hati dan benci pada akhwat itu. Kita gak akan pernah mau untuk milih tuh akhwat. Lihat diri kita. Tanpa ada manipulasi atau yang ditutup-tutupi. Kita sejujurnya hanya mencintai orang yang gak pernah punya masalah elementer/ prinsipil dan nonprinsipil dengan kita. Sekali lagi. Hanya akhwat yang gak pernah punya masalah serius/ akut dengan kita.

Padahal, akhwat yang bersih dan valid tidak punya masalah dengan kita itu banyak. Jadi tenang aja. Tenangkan hati dengan mengingat Allah. Kata Ustad dan sekaligus Ulama, Hasan Al Basrhi, perbanyak istighfar!!! Sebut nama Allah banyak-banyak dan minta ampunan-Nya. Karena kalimat istighfar itu obat dan psikolog bagi semua masalah. Dari minta jodoh, rejeki seret, dan belum punya anak/ momongan.
-----
Perlu diingat juga, hal nonverbal itu membuat lebih mudah diingat daripada verbal/ pertemuan tatap muka lho. Hubungan kultural/ kecairan melalui sms kadang membuat orang menjadi ‘gila’ karena salah faham dalam menafsirkan. Sebagai contoh ada akhwat yang kegandrungan dan ketagihan meminta sms hikmah dari ikhwan yang dikagumi dengan sms bahasa pancingan: “Akh, maaf ‘telaganya’ sedang kering nich (pake c, biar kesannya agak-agak gimana gitu mbaca smsnya), butuh ’air’ siraman darimu hari ini”. Subhanallah, Maha Suci Allah dari hal seperti ini. Semoga kita (nb : terutama akhwat) tidak kedapatan seperti oknum-oknum seperti ini. Ckckck.[10]

Lebih gawat lagi si oknum  ikhwan. Ada saja sms dari akhwat yang disalah artikan. Biasanya akhwat kalo sms pake emoticons-emoticons genit. Contoh sms : “Terimakasih Pak : )”. Eh, si ikhwan menganggap itu adalah senyuman termanis si akhwat. Padahal itu bukan senyum. Itu hanyalah  titik dua sama kurung tutup dab! Parah kan kalo tanda titik dua dan tanda kurung tutup tadi masih ditambahi koma, bisa dianggap kegenitan lirikan dan kerlingan mata si akhwat spesial untuk si ikhwan. Lebih parah lagi kalo pake gambar lidah menjulur. Ada-ada saja tingkah aneh-aneh dari kita. Dasar kelakuan. Semoga kita (nb : terutama ikhwan) tidak kedapatan seperti oknum-oknum seperti ini. Jadi, pesan morilnya, hati-hati pake emoticons dan nulis sms. *-)

Nah, terus bagaimana dengan akhwati yang pulang larut melewati jam batas malam?[11] Terus sampai-sampai dia diantarkan oleh rekan dakwahnya yang ikhwan? Sulit untuk membenarkan hal ini. Apalagi jika hal ini terjadi intens alias berulang-ulang. Kalau satu tahun sekali gak masalah, tapi kalo seminggu atau dwiminggu sekali? Ini masalah luar biasa yang dianggap jadi biasa. Bukankah jam bermain/ berdakwah akhwat di luar rumah tanpa mahram adalah sampai maghrib? Tapi dengan alasan yang dibungkus dengan apik dan manis sekali untuk didengar dan dimaklumi, kita memberikan peluang munculnya fitnah. Yakni “Demi dakwah gak papa pulang malam. Ini pengorbanan untuk Allah”. Ikhwan ikut-ikutan, “Gak tega e liat akhwat pulang malam-malam, jadi gua anterin sekalian ah, biar tuh akhwat gak kenapa-kenapa.” Justru itu yang kenapa-kenapa. Itu poin awal masalahnya. Kejahatan malam yang terjadi di sini itu bukanlah perampokan sadis terhadap akhwat oleh penjahat preman pasar Tanah Abang. Atau dedemit yang sering nakut-nakuti di jalan gelap gulita. Tapi fitnah karena si skhwat telah melakukan khalwat dengan ikhwan tadi. Bukankah ketika dua orang berkhalwat maka pihak ketiganya adalah setan? Mengapa kita malah berakrab dan berkonco khentel dengan setan? Padahal setan adalah musuh yang nyata bagi kita semua toh? Musuh anak cucu dan keturunan kita sampai kiamat. Semoga kita berhati-hati dengan kejahatan malam, setan yang membuka fitnah, dan penyihir yang menancapkan buhul-buhul teluhnya.  Wallahu alam.




[1] Entah kenapa Ustad Salim sering menggunakan kata : “seolah-olah”, terus ditambah dengan kata : “Ya iyalah”. Jadi gaul banget nih ustad yang satu ini. Mbois tenan.

[2] Sandi morse dan semaphora? Emang lagi nyasar di hutan?

[3] Sulit menentukan masalah ini sebagai qodhoya atao rowa’i. Kalo berita cinta ini berujung menjadi pernikahan, berarti qodhoya. Tapi kalo berupa fitnah berarti rowa’i.

[4] Afwan, gak sempet ngecek di buku jalan cinta para pejuang. Gak kebawa di Halmahera.

[5] Versi fakta saya pribadi, gak tahu apakah bisa digeneralisasi pada fakta ikhwan yang lain/ gak. Ustad Salim gak menyampaikan ini dalam risalah kutbah tutorialnya kepada saya.

[6] Galau, gundah, dan  gulana

[7] Kacau, balau, dan galau

[8] Meminjam istilahnya dek Oki Setiana Dewi pada saat menenangkan hatinya Husna di saat wafat sabilnya Bune pasca kecelakaan.

[9] Kita? Emang Si Nurlele yang jadi rebutan Akbar dll dalam drama Betawi Calon Bini?

[10] ikut fashionistanya cecak ketika menyindir umat manusia

[11] Gak tahu juga sih, siapa yang membuat konsensus jam batas malam ini

Selasa, 15 November 2011

Lagu yang membuatku menangis...

Bismillahirrahmanirrahim…
Allahu rabbi… peluk hamba dengan kasih sayangMu…

Akhir-akhir ini, ada satu lagu yang selalu membuat aku menangis mendengarkannya. Apalagi bila mendengarnya menggunakan headset sambil menyendiri. Bahkan saat perjalanan pulang di elf, aku menangis saat mendengarkannya. Lagu yang tak pernah bosan aku putar berulang-ulang saat ini. Bahkan kemarin malam, mama sempat melihatku yang sedang berkaca-kaca sambil tersenyum satir, dengan headset menjejali telinga, dan sesekali menyanyikan dengan suara parau. Mama dan papa tahu bahwa anak pertamanya ini sedang dipenuhi dengan masalah yang berat, namun mereka tak pernah mau memberi anaknya ini beban yang lebih dengan bertanya apa yang terjadi. Karena tak dimintapun tentunya bila anaknya itu telah siap, akan bercerita dengan sendirinya. Lagu ini, sedih sekali aku dengarkan, terutama saat papa tiba-tiba masuk kamar untuk mengambil sajadah untuk sholat isya, kemudian sempat mengusap kepalaku yang dilihatnya sedang berkaca-kaca.

Lagu ini dalam sekali maknanya. Lagu yang tentunya sangat diharapkan oleh semua perempuan untuk dinyanyikan oleh seseorang yang ingin menjadikannya sebagai isteri. Menurut aku lagu ini istimewa karena bukan picisan ditujukan antara “aku dan kamu”, tapi kejantanan keberanian seorang pria yang memintakan seorang ayah untuk mengizinkan anaknya ia jadikan isteri dan permaisuri. Lagu ini romantis sekali, dan dalam sekali maknany. Kalaupun ada yang menyanyikan ini untuk seorang perempuan, aku yakin tak akan ada yang tak melting dan terharu mendengarnya… T_T So, here this song…

Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.

See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I...

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

She's been here every step
Since the day that we met
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And 'til death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

[]

Hwaa…. Sepeechless entahlah apa yang harus komentari untuk menanggapi lagu ini. Yang jelas aku selalu menangis.Aku selalu menangis. Aku selalu menangis!!! Allah… T_T

Ok! Aku memang gak pantes....

Bismillahirrahmanirrahim…
Lindungi hamba ya Allah dengan rahmat dan ampunanMu…

Email itu, selalu membuat aku berpikir ulang kembali mengenai kepantasan diriku. Ya! I’m nothing! Hanya new comer dalam kehidupannya, kehidupan mereka tepatnya.  Aku tak punya arti dan andil besar untuk hidupnya. Aku pun tak pantas sebenarnya untuk ia berikan rasa, apalagi tak pantas untuk dipilih olehnya. Intinya : “Ngaca, dong Fu!”

I know, aku terlalu biasa. Bukan, tepatnya “terlalu teramat sangat biasa sekali”. Hanya seorang gadis biasa, dari keluarga yang teramat sederhana, dengan otak dan kemampuan yang biasa, dengan penamplan yang juga sangat biasa. Aku sadar bahwa wajahku tidak terlalu cantik, tak seperti banyak wanita cantik lainnya; kulitku sawo matang, mata yang agak sipit, bulu mata yang sedikit, hidung yang tidak mancung, pipiku yang chubby,  bibirku yang tak tipis, dan dagu yang tidak runcing dan tak belah. Surely! Aku biasa banget, bahkan tinggi badanku terbilang standar, masuk kategori pendek lah… (hehehe…) Aku juga gak fashionable, kalau orang lagi sedang terisme-I trend dan mode yang lagi in sekarang, aku malah suka ketinggalan jaman. Hahaha… Ya, aku gak fashionable banget, cara berpenampilanku ya semaunya aku dan sekeukeuh prinsip aku, tertutup, longgar, dan nyaman untukku.

Secara otak dan kepintaran pun aku masuk rata-rata. Aku juga anak kampung dan gak ngota banget. Seringkali aku terlihat dan terkesan katro untuk beberapa hal terutama gaya hidup yang ada di kota. Ya, ya, ya! Aku yang seperti ini, setidaknya aku juga harus mikir tentang kepantasan diri aku untuk menetapkan calon suamiku kelak. Hhh… I know, I know, aku pun sering berpikir ulang karena aku yang terlalu banyak kekurangan ini. Bahkan iman aku pun masih jauh dari hamba yang Allah cintai, astagfirullah… T_T Ilmu pengetahuan agama aku pun jauh bila dibanding dengarn orang-orang yang pernah ikut pesantren atau boarding school. Secara anak kampung kek gini, baru mulai mendalami Islam secara kaffah sejak masuk perkuliahan, betapa masih ammah nya aku, ya Allah… T_T

Aku hanya memiliki iman akan janji Allah, yang tak pernah menilai manusia dari rupa, harta ataupun tahta. Yang Allah lihat hanyalah takwa, yang Allah lihat hanyalah takwa. T_T Meskipun aku tahu bahwa aku pun belum pantas untuk masuk deretan orang yang bertakwa versi Allah. Aku hanya meyakini bahwa Allah lah sebaik-baik penilai. Allah lah semutlak-mutlak Dzat yang berhak menjudge dan memasukkanku pada golongan seperti apa. Hanya Allah! Dan tugasku hanyalah berusaha untuk menjadi hamba yang Allah banggakan. Rabbi… hanya Engkau… jadikan diri ini berfokus padaMu, Rabb….

Aku sadari bahwa aku adalah orang yang tidak terlalu percaya diri, dengan masa lalu aku yang seringkali dihina kawan sendiri, hanya karena aku tidak terlalu terlihat menarik. Lucu rasanya bila mengingat bagaimana masa-masa yang pernah aku alami mulai dari SD hingga SMA. Aku yang teramat biasa, dengan penampilan biasa, yang bahkan tidak menarik sama sekali. Aku hanya dikenal sebagai salah satu orang yang termasuk berprestasi, bahkan bila kawan masa kecilku mengingatku, ya Fu, yang pinter itu. Hhh… Lucu juga rasanya bila aku bertemu dengan kawan SD-SMA, yang mengaku “pangling” melihat aku yang sekarang ini. Mereka yang dulu-dulu sering menghinaku malah berbalik kagum padaku. Padahal aku tak merasa melakukan perubahan apa-apa pada diriku, wajahku, tubuhku dan semuanya.

Meskipun begitu, aku masih termasuk deretan orang yang minderan, ya! Orang yang tidak terlalu percaya diri. Apalagi bila jelas-jelas orang terdekat aku, baik itu orang tua atau sahabat ikut menilai dan membanding-bandingkan aku dengan orang lain. Rasa minderku semakin menjadi. Hhh… aku masih ingat pendapat salah satu sahabat baikku yang meskipun dengan bercanda berkata, “Cantikkan dia, fu! Hahaha…” Ya, ya, ya… Aku sudah tahu itu, Teh… Aku juga sadar diri bahkan aku jauuuuuuuuuuuh sekali kalu dibanding yang cantik itu mah, karena seperti aku bilang tadi bahwa aku memang terlalu teramat sangat BIASA sekali. Jujur, meskipun itu sambil bercanda, tapi tetap masuk ke dalam hati aku, dalaaaaaaaaaam sekali, karena tiap kali mengingatnya, saat itu pula aku langsung Down, minder, dan kembali berpikir ulang mengenai kepantasan diriku. Allahu rabbi… Engkau yang tak melihat hamba dari penampilan fisik, itu sangat teramat lebih dari cukup! T_T

Kemarin aku sempat BBM-an dengan salah seorang Akang yang selingkup organisasi dengan kami. Hmmm… aku memang sering bercanda dengannya, orangnya asyik dan tidak sungkan untuk mau mengakuiku sebagai new comer di organisasi itu. Awalnya kemarin itu aku meminta maaf padanya, karena sering membercandainya soal menikah. Aku bener-bener gak tahu kalau beliau sudah menikah, wallahi! Aku benar-benar merasa bersalah, dan malu tentunya! Selanjutnya pembicaraan mengarah pada ia yang sejak awal selalu mengait2kan aku dengan satu nama. Aku bertanya padanya kenapa dia bisa mengira bahwa aku ada somethin dengan nama itu, and he say :

“Feeling, gesture tubuh, mimik wajah, intonasi kata, gak bisa bohong tuh :D Hahaha… Ya sudah. Tidaklah mawar hampiri kumbang. Sebaliknya, kumbang yang hampiri mawar. Kalo mau sama dia, harus siap dan tahu konsekuensinya. Saingannya banyak, bahkan bisa satu komunitas. Sekarang mah tinggal nyali dia saja yang harus terus dikompori. Wanted nyali dia untuk melangkah lebih serius. Ya itu, harus siap dengan segala konsekuensi. Dia calon ***** pula, ttep nyali euy!”

Waktu BBM-an sempet ketawa2 ngakak. Tapi setelahnya membuat aku senyum satir. NJLEB banget masuk hati. Owkey I know, bahwa aku emang biasa banget, tuh kan? Sampe dibilang aku harus siap dengan segala konsekuensi yang mungkin terjadi. Terkesannya aku emang gak pantes. Hhh… Sebenernya hal ini pun sudah dibahas berkali-kali, bahkan seringkali membuat aku ragu bahwa aku emang GAK PANTES banget!!! Aplagi dengan tekanan yang aku hadapi sekarang ini, jadilah aku semakin merasa bahwa aku memang benar-benar harus mundur karena ketidakpantasanku. T_T Allahu Rabbi….

Allah… biarkan aku yang biasa ini berusaha menjadi luar biasa dimataMu… T_T

Bad Dreams!

Bismillahirrahmanirrahim…
Lindungi hamba ya Allah dengan rahmat dan ampunanMu…

Semalam sakit kepala yang sangat menyerangku. Meskipun sudah berkali-kali aku mencoba untuk tidur, tak jua berhasil. Akhirnya aku memutuskan untuk minta paracetamol sama mama, agar sakitnya berkurang dan aku bisa tertidur. Ya! Tidur! Hanya itu yang aku inginkan, karena hanya dengan tidur kesadaranku tak bekerja, hingga tak perlu lelah memikirkan masalah yang masih terus merongronginya tanpa lelah ini. Meskipun aku tahu, bahwa dalam tidur pun aku tak bisa menghindari hadirnya mimpi buruk. Aku juga heran kenapa akhir-akhir ini aku selalu mimpi di setiap aku tertidur, mau itu hanya tidur siang yang sekejap jua tidur panjang saat malam hari. Sudah beberapa hari ini aku selalu bermimpi, dan selalu “bad dreams”. Untuk orang yang sangat jarang sekali mimpi seperti aku, suatu kejadian yang membuat aku bermimpi tentunya bukan hal yang biasa. Ah, entahlah, aku tidak mau terlalu menerka-nerka apakah takwil dari mimpi itu. Namun yang pasti, entah kenapa dia selalu ada dalam mimpiku. Astagfirullah… T_T

Keadaanku belum cukup membaik. Hari ini pilekku semakin menjadi, membuat suaraku mendengung seksi (PLAK!) Ditambah sepertinya sudah akan mulai batuk. Hhh… Berusaha sekuat dan sebisa mungkin agar tidak sakit, dengan makan cukup dan minum air putih sebanyak-banyaknya. Tidak banyak aktifitas yang aku lakukan, selain hanya membaca, menulis, gogoleran, dan tidur. Menonaktifkan segala media komunikasi membuatku benar-benar lebih tenang, tanpa ada gangguan jenis apapun. Sesekali aku aktifkan sinyal hp di BB, khawatir ada sms penting yang masuk, hmmm… beberapa tidak aku balas karena not really important to reply that message. Allah, aku hanya ingin tenang! Sholat, dzikir dan tilawah membuatku merasa jauh lebih baik. Meskipun sesekali aku masih menangis bila mendengar lagu, membaca sms beberapa waktu yang lalu yang masih berderet di hapeku, atau jua terpaksa harus ikut perjalanan penerawangan pikiranku yang kemana-mana. Hhh… dengan apa lagi aku harus menghindar ya Allah…

Sebenarnya aku tidak bermaksud lari dari masalah sama sekali. Aku tidak bermaksud menghindar tanpa konfirmasi dan klarifikasi. Aku tak bermaksud pergi tanpa pamit dan penjelasan sama sekali. Tapi, aku hanya merasa bahwa aku butuh waktu untuk benar-benar menghadapi semuanya. Aku hanya ingin tenang sesaat, itu saja. Tak bisa aku pungkiri bahwa tekanan yang aku alami ini adalah terdahsyat yang pernah aku alami seumur hidup. Bahkan tak pernah aku memikirkan hal yang sampai di dunia nyata dan di alam mimpi pun tetap hal yang sama. Sampai mimpi buruk pun yang terkait hal itu. Allah… kalau lah ada obat penghilang amnesia parsial rasanya aku ingin meminumnya. T_T

Sakit kepala yang aku alami semalam saja bahkan membuatku ingin membentur-benturkan tempurung kepalaku ke tembok, saking sakitnya aku menahan dan merasakannya. Sakit sekali, padahal aku sudah berhenti menangis semalam, tapi tetap saja insomnia yang melandaku membuatku tak bisa tidur segera. Bahkan saat tertidur pun aku sama sekali tidak tenang. Beberapa kali terbangun entah itu karena mimpinya yang memang tidak mengenakkan hati, atau juga tidak tahu kenapa terbangun sendiri. Hhh… ya Rabbi… T_T

Allah… saat ini aku hanya ingin pelukanMu agar aku bisa tenang, that’s all…

Senin, 14 November 2011

Unwell Condition

Bismillahirrahmanirrahim…
Lindungi hamba ya Allah, dari segala keburukan dan kejahatan makhlukMu…

Ada yang menggelisahkan hatiku belakangan ini. Yang bahkan membuat berat badanku turun drastis 6 kilo selama satu bulan. (Alhamdulillah sih, soalnya jadi masih bisa pakai kebaya pas jadi pager ayu kemarin, :D PLAK!) Semua ini berawal dari ketidakpastian dan ketidakjelasan yang menimpaku. Bukan aku tak percaya, meragukan ketulusan hati dan niat seseorang, namun jujur sekarang ini aku merasa bahwa hal yang terjadi padaku sekarang ini, sudah diluar toleransi dan jangkauanku. Makanya aku benar-benar sedih saat minggu kemarin mendapat haid. Meskipun aku tidur larut dan tetap bangun sebelum shubuh bahkan tak bisa tidur lagi hingga matahari terbit, aku tak bisa memfokuskan diriku untuk bisa mendekat pada Allah secara kaffah.

Terutama minggu kemarin itu, bahkan sampai detik ini, aku merasa kondisiku semakin drop! Awalnya aku sempat mengira bahwa hal itu terjadi karena beban pikiran serta pola makanku yang memang satu bulan ini abal-abal. Tapi sudah dua hari ini aku di rumah, aku mencoba makan teratur dan terpaksa mencoba kembali makan nasi, kondisiku tak memulih. Hari ini bahkan sakit kepala yang sangat, gangguan pencernaan dan pilek mulai menyerangku. Ah, ini mungkin karena efek dari kelelahan yang aku rasakan setelah kemarin minggu jadi panitia walimah saudaraku. Meskipun begitu, aku tak menunjukkan dan bilang hal itu pada mama papa. Aku benar-benar tak mau membuat mereka khawatir. T_T Jadi sebisa mungkin aku tetap tersenyum dan menunjukkan bahwa aku baik-baik saja. Meski tak bisa aku pungkiri bahwa fisik, pikiran dan hatiku benar-benar sedang tak menentu.

Aku baru pulang ke Majalengka tepatnya hari Sabtu malam Minggu. Aku tidak lagsung pulang ke rumah, namun ke rumah kakek, karena di sana sedang ada kumpul keluarga besar dari mama, yang sedang mempersiapkan acara walimah saudaraku yang menikah. Aku tunjukkan wajah yang sebaik-baik mungkin, meskipun mereka juga tak memungkiri bahwa aku semakin kurus, dan wajah aku pucat. Terutama adikku yang sangat tahu dan perhatian pada perubahan kondisiku, benar-benar menyadari akan hal itu. Dia sempat bertanya tentang bagaimana kelanjutan masalah yang aku hadapi belakang ini, namunn aku hanya tersenyum simpul. Tak terlalu ingin membahasnya.

Saat aku pulang itu, satu-satunya orang yang aku ceritakan masalahku tanpa menyebut nama sama sekali, adalah kakek. Aku merasa bahwa aku juga benar-benar butuh masukan dari seorang yang bijak, dan aku belum mau membebani papa, karena aku mau menjaga reputasi dan nama baik dari orang yang terlingkup masalah ini denganku. Aku memang dekat dengan kakek, bahkan saat SMA aku sering bercerita meskipun hal yang tidak penting padanya. Kakek membutuhkan teman bicara, karena tidak ada cucunya yang mau seadar curhat padanya, dan aku pun memang senang berdiskusi dengannya yang seringkali menceritakan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga.

Aku baru ingat bahwa sudah sangat lama sekali aku tidak curhat sama kakek. Entah mungkin saat awal perkuliahan adalah yang terakhir kalinya. Astagifirullah.. T_T dan untuk maslaah sekarang ini, entah kenapa aku ingin bercerita padanya. Harus! Aku harus meminta pendapat dari orang yang lebih bijak dalam bertindak dan membuat keputusan. Ada salah satu orang klinik, A Ohim namanya, entah kenapa dia begitu mengkhawatirkan aku sebab masalah ini. Dia selalu bilang, “Hati-hati yah, Bubid… Masalah yang Bubid hadapi ini tidak sembarangan! Saran aku mah cerita sama kakek Bubid.” Itu yang dia bilang padaku. Aku tak mau suudzon ya Allah, hanya Engkau penentu takdir, pemilik segala ilmu sesesat apapun itu. T_T

Akhirnya aku memberanikan diri cerita pada kakek, perlahan-lahan, dan secara singkat. Aku hanya menceritakan inti-inti dari perjalanan masalah aku selama ini. Kakek hanya berpesan bahwa, “Sekarang ini, kamu jaga diri saja, kamu harus hati-hati, dan jangan lepas dari Allah, terus banyak berdoa. Jangan terlalu berlebihan dalam bersikap, jangan berharap pada sesuatu hal yang belum bisa dipegang kepastiannya. Kalau Allah berkehendak, sesulit apapun tidak mungkin tidak terjadi! Jaga diri baik-baik ya…” Itu tanggapan kakek aku, yang bahkan sampai sekarang masih terngiang-ngiang.

Kondisiku memang tidak semakin baik, tapi aku tidak mau berprasangka buruk pada makhlukMu dan terutama padaMu, oleh sebab itu, izinkan aku untuk mendekat padaMu, Rabb… T_T

*Aku mau shalat maghrib dan tilawah dulu yah, insya Allah selepasnya aku lanjutkan, ^^

Back to My LORD!

Bismillahirrahmanirrahim…
Lindungi hamba ya Allah, dari segala keburukan dan kejahatan makhlukMu…

Fu gak tahu harus mulai cerita darimana. Kejadian yang Fu alami sekarang ini benar-benar terlalu rumit. Sebenarnya sudah beberapa hari ini tepatnya, Fu merasa ada sesuatu yang berbeda, ada sesuatu yang hilang. Banyak sekali yang ingin fu tanyakan, ceritakan dan ungkapkan. Hal itu membuat Fu semakin tertekan terutama karena seminggu ke belakang Fu dapat haid. Tentunya itu suatu hal yang sangat tidak nyaman, karena satu-satunya penenang diri yaitu saat bertemu Allah. Fu selalu menikmati kesyahduan pengaduan sama Allah saat sholat dan tilawah, dan itu benar-benar jitu satu-satunya penenag kegelisahan. Ditambah entah kenapa orang-orang terdekat aku memang sedang Allah sibukkan pada urusannya sendiri, sahabat-sahabat perempuanku pun sedang tak bisa aku ganggu sepertinya. I know, intinya dalam hidup ini kita memang harus berdiri sendiri, itu hal yang aku dapat. Orang klinik yang biasanya selalu jadi tempat sampah pertama yang melihat aku menangis atau jingkrak-jingkrak pun sepertinya untuk minggu kemarin tak bisa aku ganggu.

Yaps! Fu sudah pernah cerita di sini kan? Bahwa keextrovertanku yang selalu ceria, menebar senyum dan selalu berusaha membuat orang lain yakin bahwa “Hellow, I’m fine, dear!” justeru menyimpan keintrovertan yang luar biasa. Terkadang bahkan seringkali aku tak bisa menceritakan beberapa hal bahkan pada orang terdekatku. Bukan aku tidak percaya, namun lebih tepatnya karena aku tak mau mengganggu dan merepotkan mereka. Hmmm… untuk masalah ini pun aku tidak cerita pada mama papa, bahkan adikku yang pertama yang selalu mau kubuat untuk mendengarkan segala keluh kesahku, sekarang ini tak aku ceritakan sama sekali.

Hmmm… ya minggu kemarin aku benar-benar merasa tertekan secara diam-diam, karena ku tahan dan pendam sendiri. Di klinik, aku masih bernyanyi-nyanyi dan bercanda dengan orang klinik lainnya. Hanya ini salah satu hiburanku. Kalau ada yang bertanya kabar atau menanyakanku, aku akan dengan senang hati menjawab bahwa aku masih baik-baik saja. Aku benar-benar baik-baik saja. Masih dengan kemanjaan aku, senyumku, keceriaanku, dan sifat kekanak-kanakkanku. Aku juga masih merespon teman-teman via facebook, twitter, YM dan media komunikasi lain. Beberapa yang bertanya, mengeluh, konsultasi dan sekadar curhat pun masih aku tanggapi.

Namun, tepatnya mulai hari ini, aku menonaktifkan semua media komunikasi dan jejaring sosial, kecuali blog ini tentunya. Bukan karena apa-apa, seperti yang aku bilang tadi, bahwa aku ingin tenang. Aku ingin benar-benar me-restore kembali hati dan pikiranku. I wanna back to My Lord, Allah SWT. Aku juga benar-benar ingin fokus pada tugas yang harus aku selesaikan, yang beberapa hari kemarin sempat terganggu karena suatu hal itu, ya! Hal yang membuatku berada dalam kondisi sekarang…

Maaf, tak pernah memberi kabar :(

 Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatu… ^_^
Malu sekali rasanya kembali posting tulisan di sini. Iya, malu! Soalnya telah sangat lama sekali fu gak pernah posting tulisan di sini. Afwan yah, Aa… mungkin selama ini aku berkhianat padamu. Wallahi, tidak bermaksud untuk berpaling darimu atau mengkhianatimu sama sekali. Hanya saja, beberapa bulan ke belakang ini memang hectic sekali. Sempat satu bulan aku gak isi pulsa modem aku soalnya aku bisa OL lewat hp aku. Hmmm… sulit aku ceritakan secara gamblang mengenai alasan kenapa aku jadi jarang blogging lagi. T_T

Mungkin aku tidak tahu malu yah, setelah aku merasa tak bisa bercerita pada siapapun kecuali Allah, aku baru mau kembali menjadikanmu sebagai tempatku meracau, menumpahkan segala peluh dan keluhku. Ya, sekarang ini aku gak tahu harus cerita pada siapa lagi. Mungkin karena ada banyak orang di kehidupanku beberapa bulan kemarin, yang menjadikanku justeru melupakanmu. Tentunya, biasanya setiap hari aku akan menyapamu yah, Aa. Menceritakan segala yang aku lakukan, mulai dari hal yang bahkan tidak penting sama sekali. Insya Allah mulai dari sekarang, aku akan rajin blogging lagi, whatever ada yang baca atau tidak, yang pasti akan lebih menenangkan dan menyenangkan justeru saat tak ada orang yang tahu sama sekali.

Oh iya, tepatnya mulai dari tadi siang, aku deactivated facebook, twitter, whatsapp, bahkan menonaktifkan kedua hp aku. Bukan apa-apa, aku benar-benar sedang ingin menyendiri dan tenang sekarang. Uhhmmm… insya Allah nanti garis besarnya pasti aku ceritakan. Sekali lagi maaf yah, Aa… sudah lama sekali aku tidak mengabarimu kabar tentangku. Maaf T_T

With love, your (future) wife
Fu

Kamis, 11 Agustus 2011

Telat Bangun -_-

Hari ini aku telat bangun. Aku baru terbangun saat adzan Shubuh. Kata salah satu orang klinik, aku tidurnya nyenyak sekali. Biasanya aku mudah dibangunkan, bahkan oleh alarm hape pun ini tidak mempan. Hehe.. sepertinya karena kemarin mungkin terlalu lelah kali ya… Tapi buat aku sih kegiatan hari kemarin itu sangat menyenangkan sekali. Terlebih juga mungkin karena aku baru tidur jam setengah 12. Aku sih sebenarnya tidak mempermasalahkan soal tidak bisa sahurnya, tapi lebih pada aku “tidak qiyamul lail-nya”. Itu menyedihkan sekali. Hiks… Padahal semalam aku melakukan sunnah sebelum tidur dulu. Yang aku lupa adalah satu, lupa minta sama Allah untuk dibangunkan. Haduuuhh, ampuni Fu ya Allah… T_T

Kemarin, makan dan minum aku gak bener. Waktu aku buka puasa, aku cuma sempat minum air putih saja sampai perjalanan pulang ke klinik. Nyampe klinik aku lelah sekali, makan cemilan aja yang ada. Parah! Jam 9 aku langsung mandi dulu, sholat lalu OL internet sebentar. Aku lupa untuk minum banyak, soalnya rencananya aku ingin minum nanti pas sahur. Walhasil karena aku telat bangun, aku gak minum sama sekali. Aseli pas bangun kerasa banget DEHIDRASI ya Allah… Suara aku aja serek dan semakin seksi PLAK!!! Sekarang juga perut aku gak enak beut rasanya, campur aduk mual, sakit pinggang (gara2 kurang minum kali yaa) dan kembung gak jelas. Gak lagi-lagi deh! Hehe.. insya Allah da hari ini pulang acara trance tahfizh aku mau buka puasa bersama Teteh-teteh aku di halaqah. Whaaaa….senangnya waktu kemaren dapet jarkom buat Buka puasa bersama. Pokoknya Ramadhan ini harus diproduktifin, banyakin aktifitas, banyakin sedekah, banyakin juga SILATURAHMI. Aku senaaaaang bisa bertemu orang-orang, punya kenalan baruuu, juga melakukan aktifitas yang tidak menjemukan. Hehe…

Ya Allah mudah-mudahan aku kuat sampai maghrib nanti. Janji deh gak lagi-lagi bandel soal nutrisi! :p *sekarnag aja bilang gitu, :p

Ah, pagi-pagi memang paling enak meracau gak karuan kek gini. Yang penting mah tetep MENULIS setiap hariiiiiii, hehe… meskipun tulisan acak adut kek ginii… :p Ya, ngisi waktu daripada diem aja nungguin pasien, :D

Bandung, 11 Agustus 2011

Mushaf Unguku

Seperti yang udah aku ceritakan kemarin, kalau aku sayang sekali pada mushaf aku yang warna ungu terbitan Al-kamil itu. Secara nyari-nyarinya dulu susah sekali. Saat warna ungu belum menjadi tren untuk desain mushaf. Gak seperti sekarang ini yang lumayan banyak beberapa penerbit mushaf mulai memproduksi cover mushaf Al-Qur’an berbagai warna. Kemarin, ada seseorang yang ngasih aku mushaf Al-qur’an terbitan Al-Burhan berwarna ungu. Warnanya lebih muda dari mushaf aku sebelumnya. Aku suka sekali. Isinya jauh lebih lengkap dibanding yang punya aku.

Aku sempet bingung waktu dikasih itu mushaf, soalnya aku mau kemanakan mushaf ungu punya akunya? Orang yang ngasih bilang pokoknya mushafnya harus dipake dan harus dibaca. Sedangkan yang namanya mushaf Al-qur’an itu kan gak pernah habis. Mau sampai kapanpun ya tetap dibawa, dipake dan dibaca, berulang-ulang. Waktu aku pulang ke klinik, orang klinik ribut saat aku ngeluarin mushaf ungu yang baru dikasih. Ya mereka tahu soalnya yang aku punya bukan yang itu. Banyak yang komentar aneh-aneh. Katanya so sweet sekali dikasih mushaf Al-qur’an. Haduuh menurut aku itu beban justru, soalnya bagaimana aku bisa memanfaatkan mushaf itu dengan sebaik-baik amalan. Bukan hanya membawanya, memakainya, maupun membacanya, tapi agar mengamalkannya. Yang ngasih sangat berharap bahwa dengan mushaf itu aku benar-benar bisa mencapai salah satu mimpiku aku untuk jadi hafidzah, dan dia ingin mushaf ini menjadi saksi perjalanan aku untuk mencapainya. Tuh, kan beuuuuurraaat! Hmm… aku ambil hikmah positifnya aja kalau aku harus lebih semangat untuk tilawah dan menghafal al-qur’annya.

Waktu ngebahas soal mushaf baru aku itu, ada salah satu karyawan klinik yang nyeletuk ingin sekali punya mushaf al-qur’an yang “efisien” seperti itu. Maksudnya yang ukurannya tidak terlalu besar, ada reseletingnya, isinya lengkap dengan terjemahan, juga ada konten tajwidnya. Aku langsung berpikiran untuk memberikan mushaf itu sama dia. Aku tawarkan sama dia, “Mau nggak?” dan dia langsung antusias sambil berbinar-binar bilang, “Mauuu banget Bubid, beneran ini teh?” Dia bener-bener seneng waktu aku kasih mushaf punyaku yang sudah menemani perjalanan tilawahku kurang lebih tiga tahun itu. Dia bahkan heran kenapa meski udah tiga tahun mushafnya masih bagus, padahal tiap hari selalu aku pakai. Hehe, aku emang awet kalau punya barang. Apalagi itu barang kesayangan, akan aku jaga sebaik-baiknya. Makanya mushaf aku pun kondisinya masih bagus.

Aku terharu sekali setelah serah terima mushaf ungu aku itu, yang sebelumnya aku cium dulu sebelum aku kasih ke tangan karyawan klinik. O iya, namanya Onih usianya baru 19 tahun, dia bekerja dulu soalnya ingin ngumpulin buat bisa kuliah tahun depan. Dia langsung nulis di belakang mushaf itu, “Alhamdulillah dikasih tanggal 10 Agustus 2011 sama Bidan Fu”, lalu setelahnya dia minta aku untuk tanda tangan di sana. Hwaaa… terharuu, ingin nangis. Selain melepas mushaf ungu yang teramat sangat aku sayangi itu, aku juga haru soalnya sebegitu senangnya Onih aku kasih mushaf. Dibawah tanda tangan aku yang kata orang lucu berkarakter (PLAK!) itu aku selipkan kata2, “Semoga bermanfaat dan sering dibaca yaa.. :)”. Dia mengaminkan dan bilang makasih lagi. Alhamdulillah… memang benar kalau ada rasa bahagia yang tidak bisa diukur dan dibeli oleh apapun saat kita memberi sesuatu pada orang lain, sekecil apapun itu.

Aku memang punya kebiasaan seperti itu pada barang yang aku punya. Maksudnya bila barangnya masih bisa dipakai namun aku punya yang lain. Seperti mukena misalnya. Saat aku membeli mukena baru, aku selalu menghibahkan mukena aku yang lama yang memang masih bersih, bagus dan tentunya masih sangat layak pakai. Biasanya aku simpan di mushola kampus kalau dulu mah. Sebenarnya kenapa harus beli yang baru ya kalau yang lama masih bisa dipakai? Aku sih sebenarnya jarang beli, hanya saja tak jarang ada yang ngasih sama aku, apakah itu mama, saudara atau teman aku. Cara aku menghargai pemberian itu ya harus menggunakan dan memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu, aku lebih senang memakai pemberian dari orang lain, dan yang milik aku sendiri aku berikan. Supaya lebih berkah juga pahalanya double kita dapat. Menghargai pemberian orang lain dengan memanfaatkannya dengan baik, sehingga aku dan yang memberi sama2 dapat pahala. Juga memberikan yang aku miliki pada orang yang lebih membutuhkan, sehingga aku dan yang diberi juga sama2 dapat pahala saat barang itu digunakan dengan baik. Fastabikhul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. ^_^

Aku belum sempat memotret mushaf baru aku yang merupakan pemberian itu. Insya Allah nanti kapan-kapan aku posting yaaa… ^_^
Untuk seseorang yang telah baik hati memberi mushaf ungu itu, terima kasih yaaa... :) Insya Allah akan selalu aku bawa, pakai, dan baca. Semoga harapan dan doanya untuk aku juga terkabul. Amin... semoga berkah dan rahmat Allah juga selalu mengalir untukmu,

Rabu, 10 Agustus 2011

Senangnya hari ini :)

Alhamdulillah hari ini menyenangkan sekaliii. Pas pagi sampai siang sebenernya masih badmood. Ada something problem gitu deh. Cuma pas siang aku langsung berbinar-binar dooong saat ada satu kabar gembira. Hehe… aku gak sebutin di sini yaaa. Tapi pokoknya senang sekali. Seenggaknya sudah ada kejelasan dan perkembangan lebih lanjut. Aku cuma kasih tahu mama papa ajah soal ini. Hehe… Jadilah aku bersemangat sekali untuk menghadiri acara hari ini, yaitu trainingnya trance tahfizh tentang menghafal al-qur’an. Seperti yang udah aku ceritakan, hhe… Tapi tadi temen aku yang ngegantiin dines datengnya telat, padahal aku bilang mestinya jam 1 siang. Dia baru dateng jam 2 siang. Seperti yang kuprediksi sebelumnya bahwa akan terjadinya MACET, kalau nggak si angkotnya itu ngetem. Tapi tak apa-apalah.

Aku harus positif thingking karena dengan lamanya perjalanan di angkot ternyata bisa aku gunakan buat tilawah. Aku bener-bener kejar setoraaaan, aku mau nyusul si papah yang ngajak gelut udah meluncuuur begitu cepat. -_- Meskipun aku juga khawatir ma beliau yang tadi pas di telepon ternyata lagi sakit. Sedih jadinya, suaranya parau sepertinya pilek, flu, demam dan gak enak badan. Apalagi tugasnya pasti banyak banget. Secara Puskesmas Papa aku kan jadi puskesmas teladan, maka semenjak itu, jam kerja pegawainya benar2 masuk jam 8 pagi dan pulang jam 2 siang, gak seperti PNS di kantor2 lain. Saluut sama puskesmasnya papa deh, :p Aku jadi inget sama tugas2 berat dia yang suka ngurusin laporan lah bkin ini itu, dan biasanya aku yang bantu, terutama bikin format, design kartu golongan darah, dll. Hmm…jadi rinduuu, *padahal kalau di rumah seringnya suka ogah2an gitu sambil makruh, Astagfirullah..maaf papa sayang… :)

O iya, back to topic *maaf yaa, aku emang suka ngelantur kemana2 klu ngobrol hehe… Iya, selama di angkot meskipun gonta-ganti angkot. Akuu sempet tilawah. Haha, aku banyak dibilang aneh, kok di mobil yang biasanya bikin mual dan pusing masih bisa sambil baca. Hmm…bagi akuu kalo emang udah diniatin dan udah ditanamkan dalam pikiran kalau kita ingin baca itu, apalagi sudah ada ketertarikan dan kesenangan, maka bisa aja kok. Selama perjalanan itu aku bisa baca 1 juzz lebih, sampai akhirnya aku turun di daerah deket Salman. O iya, aku janjian sama tmen aku Cinta-ku Uffa alias Asri Nurfadillah Ismail itu di Salman. Sekalian kita mau sholat ashar dulu, karena khawatir di daerah sana (gedung tmpat acara) gak ada mesjid. Wow,wow, akuu terkejut sekali ternyata di Salman lagi ada pameran bukuu. Hadeuuuuh, aku gak bisa nih dibawa ke tempat beginian,. Hasratku yang selalu berbinar-binar untuk membeli bukuu biasanya tidak tertahan. Tapi utnungnya pas sampe ke Salman, pas banget sama adzan Ashar, jadii aku langsung sholat ashar.

Ba’da sholat ashar sempet tilawah lagi sambil nunggu temen aku dan adiknya yang juga ternayta udah nyampe salman. Untungnya aps udah sholat kita langsung ke tmpat acara, gak mampir2 dulu k stand pameran. Coba kalau nggak, hadeuuuh bisa2 berapa bukuu sudah aku beli. Hehe…. Ternyata yah katronya akuu, yang namanya daerah Tubagus Ismail itu deket simpang Dago, daerah jajahan akuu dulu saat bimbel di SSC. Ya ampuuun aku kira dimanaaa gitu daerahnya, haha… *udah 4 tahun di Bandung ternyata belum tw Bandung menyeluruh, :p

Sesuai prediksi kalau kita emang TELAT. Hehe… Alhamdulillah seneng ikut acara hari ini. Bener2 gak sabar buat sesi praktek langsung cara menghafal qur’an dengan cepatnya. Meskipun ada beberapa hal dan trouble hari ini yang gak bisa aku sebutkan di sini, tapi akuu senaaaang sekali. Alhamdulillah… :) nanti besok juga tetep ikut acara itu, kan sbenernya 4 hari ya. Tadi sih baru materi dasar, pengenalan ttg metode trance tahfizh semacam latar belakangnya gitu deh. :) Tapi mengasyikan kok. Alhmdulillah dapet teman baru lagi, dan komunitas baru lagi.

Waktu pulaaang, kan itu menjelang maghrib yaah, jadi aku, uffa sama ismi adiknya kita cari mesjid dulu. Berhubung akuu pernah ke daerah sana, aku tahu lah letak mesjidnya dimana, masuk gang yang ada Tubagus Ismail gitu. Dan tadaaaaaaaaa aada mesjid berwarna hijau muda. Hehe… Kita nunggu sampai maghrib dan sholat berjamaah di sana. Tadi buka diganjel minum air putih aja. Heu… Lalu pulaaaaang deh ngangkooot. Sampai klinik, lelahnya tapi nikmaaaaaaaaat sekali. Soalnya seneng kali yaaa, akuu bebaaaaaaass, tidak terjebak di klinik, Haha dasooor!

Hoahmm.. skr ngantuk beuuut, insya Allah lanjut besok yaaa, dadah Wassalamu’alaykum semuanyaa….
10 Agustus 2011

Sudah ah, pokoknya Alhamdulillah aku senang.